Saturday, 16 February 2019

January 2019

Oh my Lord! Aku nggak tau harus mulai dari mana. Dan ini hal yang sangat baru di tahun 2019 yang belum pernah aku lakukan sebelumnya. Percaya apa ngga, tepatnya akhir tahun lalu pernah ada dalam pikiranku 

"Wah, kayanya enak ya bisa adain workshop anting sendiri, dan pesertanya banyak yang ikut". 

Tapi diwaktu yang bersamaan disitu aku sedikit pesimis dan malah mengecilkan mimpiku sendiri. Pikirku toh juga aku nggak punya relasi untuk merealisasikan keinginanku. Oke, cukup sampai di situ dan aku nggak pernah pikirkan tentang hal itu lagi. Rasanya hal itu terlalu jauh dan membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk merealisasikan hal tersebut.

Sejujurnya aku ngga bisa cerita super detailnya bagaimana, karena ceritanya sangat panjang dan menjelimetkan otakku sendiri. Yang ada aku malah pusing merangkai kata/kalimat, yang ada ujung-ujung aku nggak akan tulis cerita ini di blog. Hahah.. Aku cuman bisa berterima kasih pada sahabatku Hanna, dia kasih aku ide untuk melalukan sesuatu yang baru dan di luar kebiasaanku.

Aku bersyukur banget dan dari kejadian ini aku makin sadar, betapa penting kita memilih dan memasukan siapa aja orang ke dalam kehidupan kita. Ya, karena itu akan berpengaruh sangat besar kepada masa depan kita. Aku percaya hubungan yang baik akan mendatangkan semangat, sukacita dan menguatkan satu sama lain. Bukan melemahkan mimpi sahabat kita. 

Berawal dari freelance ini aku mulai berani untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan baru, bertemu dengan orang baru, client baru, teman baru dan segala hal yang baru. Pokonya dalam otak ini aku udah bosen dengan predikat karyawan fulltime. Mungkin memang basicku yang gampang merasa bosan dan nggak bisa cuman melakukan itu-itu saja atau satu bidang aja. Jadi demi mengejar setoran tahun ini, mungkin aku harus sedikit memaksakan diriku untuk melakukan banyak hal hahha,,

Ya, mungkin kalian tau arah pembicaraan ini lari kemana, hahaaa...

Dan dimulailah ceritaku di tempat ini, di salah satu sekolah internasional di Bandung. Sama sekali ngga pernah terpikir bahkan terbayang aku akan ada di tempat ini dan bisa sharing pengalaman tentang Passionku kepada anak-anak di bidang yang aku geluti art and design

Buatku ini sesuatu yang ajaib dan aku percaya ini mujizat Tuhan. Mengerjakan sesuatu yang kita suka atau bisa dibilang passion kita, namun kita dibayar dan kita bisa hidup dari situ. Wow buatku ini salah satu anugrah terbesar dalam hidup, buatku ini bukan berjudul "pekerjaa/bekerja" tapi ini passion. Dimana sama sekali aku ngga merasa aku seperti sedang bekerja, bahkan nggak ada kata cape keluar dari mulut. 

Yang ada bersyukur, meskipun pada kenyataannya kemarin malamnya sama sekali aku ngga bisa tidur, ya karena segala sesuatu yang pertama itu selalu berhasil buat aku malamnya nggak bisa tidur sama sekali saking degdegannya. Ya, itu salah satu kebiasaan buruk.

Awal tahun aku dapat kabar dari PIC sekolah tersebut yang tidak kebetulan teman gerejaku, Ka Eldaa dia bilang:

E:"Rib, kaya anak-anak semester ini pada males ikutan eskul, yang daftar cuman 6 orang rib"

R:"oh, Iya gpp ka" (dikit banget ya, malah nggak sampe jumlah minimal yang aku harapkan)*dalam hati

E: Tapi mau diambil ngga rib? kan kamu minimal 10 orang? Oia, yang daftar ke kamu termasuk banyak, malah ada eskul lain yang sama sekali nggak ada yang daftar loh rib.

R: Iya gpp koq ka, aku ambil.


Sejujurnya itu jumlah di luar ekspektasi aku, tapi yang sudahlah seberapapun orangnya aku mau kasih yang terbaik, menyemangati diriku sendiri.
Aku percaya dan mulai melatih diri untuk mengambil respon yang tepat untuk bersyukur dalam segala sesuatu yang sedang kita lewati. Bukan keadaan yang salah, bukan orang lain yang salah, tapi terkadang kita sendiri yang ngga bisa mengontrol ekspektasi kita sendiri. Yang ada mungkin kita kecewa, kenapa kita di perlakukan seperti itu, kenapa kita mendapatkan hal seperti itu.

Ya, akupun mulai semangat lagi dengan seberapapun anak yang akan aku ajar di awal Februari nanti. Aku percaya seberapapun anak yang akan aku ajar nanti, Tuhan memberi seberapa dengan kapasitasnya kita. Dan mungkin saat ini kapasitasku mengajar 6 orang anak. Aku kembali semangat dan percaya Dia selalu memberi yang terbaik untuk kita.  

Singkat cerita dua minggu kemudian di bulan Januari kemarin, ka Eldaa tiba-tiba chat.

E: Rib, ada good new nih!

R: Wihh, apa tuh ka?

E: Anaknya ada yang daftar lagi, sekarang jumlahnya 2 anak. minggu depan siap-siap tandatangan kontrak ya.

R: *Speecless*
    Woh, puji Tuhan. Thank you ya ka.

Hari itu sama sekali ngga bisa bilang apa-apa, selain ucapan syukur. Aku percaya Dia tau seberapa besar  kapasitasku, aku percaya Dia tau apa yang aku butuhkan bahkan saat aku mungkin merasa belum membutuhkannya Dia sudah siapkan.

Dalam hati: Hah? 28 anak ini hampir 5 kali lipat dari jumlah anak yang daftar di awal. Tuhan tuh suka becanda ya. Kadang suka lucu ya. Dan Tuhan nggak pernah berhenti bekerja sampai batas-batas akhir. Satu lagi mujizat yang terjadi di awal tahun ini yang membuat aku semakin terkagum dengan apa yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidupku.




Sunday, 3 February 2019

Sunday, 6 January 2019

Welcoming 2019!


Tahun 2018 ini rasanya singkat banget, tapi memang kalo diingat lagi kebelakang terlalu banyak hal yang sudah kita lewati. Senang, sedih, diproses, kecewa, kebanggaan, kegagalan, pencapaian dan aku banyak belajar apalagi tentang hubungan aku dan David yang hampir usianya 5 tahun. Sejujurnya nggak pernah menyangka akan ada ditahap ini. Nggak menyangka ternyata kita bisa saling mempelajari satu sama lain sejak tahun 2014 sampai sekarang. Bagaimana kata setia itu bukan di gambarkan dengan kata-kata namun waktu dan tindakan. Bahkan dengan usia hubungan inipun belum bisa dinilai kita berdua setia, karena itu tadi, setia itu waktu dan tentunya ada banyak anak tangga yang harus kita lewati. Beradaptasi dan terus beradaptasi,  belajar dan terus belajar bukan seperti apa yang kata dunia ini baik tapi terus belajar untuk memiliki karakter seperti Dia. Bagaimana belajar dewasa,  bagaimana cara merespon dengan benar,  bagaimana saling mengasihi, bagaimana saling melindungi satu dengan yang lain dan bagaimana saling membangun ke arah yang benar.

Pernah aku pikir, mungkin setelah kuliah nanti, saat kita pilih pekerjaan, ada kemungkinan kita bekerja di kota yang berbeda, aku dimana, dia dimana, bisa jadi LDR. Pernah berpikir kalau hubungan ini mungkin akan berakhir karena visi kita berdua yang berbeda, pernah berpikir segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Ya, mungkin itu salah satu sifat burukku yang sering overthingking. Tapi nyatanya semua hal negatif yang aku pikirkan tidak terjadi sama sekali. Banyak hal yang membuat aku semakin belajar untuk lebih menyederhanakan pikiran sendiri dan menjadi tenang. 

Percaya kalau Tuhan selalu kasih kita yang terbaik. Dan yang aku lakukan adalah terus mengerjakan apa yang sudah Tuhan kasih untuk aku tanpa aku memaksa siapapun untuk masuk dalam apa yang sudah menjadi visi sedari dulu.Ya aku pikir semua orang punya jalannya sendiri,  setiap orang sudah Tuhan tetapkan dia akan ada dimana suatu saat nanti,  bersama siapa dan bagaimana ceritanya. Begitu juga kita. 

Semangat baru di tahun yang baru 2019! Sesuatu yang besar sudah menanti di sana. Percaya Dia selalu setia bersama kita dan kita kerjakan hal-hal yang natural yang jadi bagiannya kita, Dia siap mengerjakan hal yang lebih indah dari apa yang kita bayangkan :)

January 2019